Sunday, October 16, 2011

kisah Rasulullah S.A.W dan pengemis yahudi buta


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya setiap hari hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan
Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayahanda engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.
Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abu Bakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a.

Friday, February 18, 2011

Mengagumi Rasulullah S.A.W

Ketika Rasulullah SAW sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Lalu, Nabi SAW menirunya, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, lalu berzikir lagi. Nabi Muhammad SAW pun kembali mengikutinya.

Seakan merasa seperti diolok-olok, orang itu menoleh ke belakang. Terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah dan tampan, yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata, “Wahai, orang tampan, apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku karena aku ini adalah orang Arab Badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Rasulullah SAW pun tersenyum, lalu bertanya, “Tidakkah engkau mengenali nabimu, wahai, orang Badwi?” Orang itu menjawab, “Belum.” Lalu, Rasulullah bertanya, “Jadi, bagaimana engkau beriman kepadanya?” Si Badwi kembali berkata dengan mantap, “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya walaupun saya belum pernah melihatnya. Saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya.”

“Wahai, orang Badwi, ketahuilah, aku ini nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat,” tutur Rasulullah SAW. Melihat Nabi SAW di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?” Nabi SAW menjawab, “Ya.”

Ia segera menunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah SAW. Melihat hal itu, Nabi SAW segera menarik tubuh orang Badwi itu seraya berkata kepadanya, “Wahai, orang Badwi, janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaja kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur dan yang minta dihormati atau diagungkan. Akan tetapi, demi berita gembira bagi orang yang beriman dan demi berita ancaman bagi yang mengingkarinya.”

Ada dua makna penting dalam kisah di atas yang dapat dijadikan pelajaran. Pertama, terkait dengan kebanggaan tiada tara seorang hamba bertemu dengan Nabi SAW, pembawa kebenaran di dunia dan pemberi syafaat di akhirat kelak. Gerakan tunduk untuk mencium kaki Rasulullah merupakan perilaku spontan yang dilakukan orang biasa kerana mendapatkan sesuatu yang tak terhingga. Hal ini wajar sebab tidak semua umat dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.

Kedua, yang lebih penting dari pertemuan orang Badwi dengan Rasulullah SAW itu adalah kecintaan terhadap Nabi SAW bukan dengan cara memujanya, seperti mencium kaki dan lain sebagainya. Rasulullah tidak ingin mempromosikan diri di hadapan umatnya laksana tuan dan budak.

Kecintaan dan kekaguman terhadap Rasulullah SAW hendaknya direfleksikan dari perilaku yang mencerminkan ketaatan terhadap ajarannya, bukan pada pribadinya secara fiaik. Kita tak menemukan Rasulullah dalam bentuk fizik, tetapi ajaran kebenaran yang disampaikannya akan tetap “hidup” dan menjadi cahaya sepanjang zaman. Selama itu pula, umat akan merasakan kehadiran Rasulullah SAW sekaligus menghormatinya.

Kesetiaan dan kekaguman kepada Rasulullah saat ini akan memiliki darjat yang sama dengan orang yang bertemu secara langsung tatkala kita menjadi umat yang taat dan selalu menegakkan syiar Islam yang diajarkannya. [ Hikmah Republika ]

Friday, February 11, 2011

5 Wasiat Allah S.W.T kepada Rasulullah S.A.W....

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :

1. Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.

2. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.

3. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.

4. Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.

5. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Wednesday, February 2, 2011

Valentime day menurut pandangan Islam

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?


“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)


Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.


Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)


Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.


3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.


Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.


Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Saturday, January 29, 2011

Berkat sebuah ketaqwaan

Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang Sheikh. Setelah lama menuntut ilmu,syaikh menasehati dia dan teman-temannya : "Kaian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."

Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya : "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab : "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata : "Ayahmu itu dulu seorang pencuri."

Pemuda itu berkata : "Guruku memerintahkan kami - murid-muridnya, untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."

Ibunya menyela : "Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab : "Ya, begitu kata guruku." Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian solat isya' dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (sheikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan sheikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya : "Ini rumah anak yatim, dan Allah memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim." Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Ha, di sini", gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan wang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata : "Eh, jangan, sheikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang itu belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."

Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia mengira. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri : "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan solat dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan solat sunat. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan solat. Isterinya bertanya : "Apa ini?" Dijawab suaminya : "Demi Allah, aku juga tidak tahu." lalu dia menghampiri pencuri itu: "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata : "Solat dulu, baru bercakap . sekarang pergilah berwudhu' lalu solat bersama. Tuan rumahlah yang berhak jadi imam."

Kerana bimbang pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi wallahu a'lam, bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya : "Sekarang, cuba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab : "Saya ini pencuri". "Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?", tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab : "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak". Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila kerana terlalu keheranan. Lalu dia berkata : "Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini gila?" Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya. Mereka berdua dikurnia seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata : "Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnesku." Ia menjawab : "Aku setuju." Di pagi hari itu pula sang tuan memanggil para saksi untuk acara akad nikah puterinya.

Tuesday, January 25, 2011

Permohonan si KAYA dan si MISKIN

Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s.. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s., "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar Allah s.w.t. menjadikan aku orang yang kaya." Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.". Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa a.s., "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu." Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata, "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.". "Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah s.w.t.?. Allah s.w.t. telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah s.w.t. telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah s.w.t. tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah s.w.t. mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada Allah s.w.t.

Friday, January 21, 2011


ERTI KEMATIAN

        Yang dimaksudkan dengan mati ialah berpisahnya roh dengan badan.Ada juga yang buat definisi mati itu berhentinya jantung berdenyut,bekunya darah dan lain sebagainya.sebenarnya definisi yang mengatakan keluarnya roh dari badannya itu tidak bertentangan dengan definisi yang lainnya tadi.
        Apabila roh sudah keluar dari badan sudah pasti jantungnya akan diam,darah beku,bahkan seluruh anggota tubuh tidak berfungsi lagi.barangkali orang yang membuat definisi .Yang kedua dan ketiga tadi ialah orang yang tidak mempercayai roh dalam tubuh manusia itu.
        Untuk lebih jelasnya tentang kematian ini,baiklah kita bahas proses keluarnya roh itu dan siapa yang mencabutnya.Yang mencabut roh itu adalah Malakulmaut ataupun Izrail.Perbezaan Malakulmaut dengan Izrail,Izrail adalah ketuanya,sedangkan Malakulmaut ialah setiap malaikat yang turut membantu pencabutan roh itu.
        Malaikat Izrail (a.s)mempunyai pembantu dalam mencabut nyawa manusia,sekalipun pada akhirnya Izrail juga yang mencabutnya.Roh itu ditarik oleh malaikat-malaikat maut dari sekujur tubuh manusia,kemudian setelah sampai di ubun-ubun barulah ditarik oleh Malaikat Izrail (a.s).
        Pertama sekali roh itu ditarik dari tumit atau kaki,menjalar sampai ke betis,paha,perut,dada,kerongkong,kepala dan pada  akhirnya dicabut oleh Malaikat Izrail dari ubun-ubun.Orang yang dicabut rohnya merasa cukup pedih kerana roh itu dicabut dari sekujur tubuh.cubalah bayangkan bagaimana sakitnya seandai dicabut satu urat dari badan kita.Untuk lebih dekatnya kepada pemahaman kita bagaimana perasaan anda apabila dicabut sehelai rambut dari misai atau janggut anda?sedangkan sehelai rambut sudah terasa sakit apalagi gigi atau urat.Dan dicabut itu bukan hanya satu urat tetapi berjuta-juta urat,bukan satu sel tetapi berjuta-juta sel kerana tempat roh itu meliputi seluruh badan.Untuk lebih jelasnya bagaimana pedihnya pencabutan roh itu nanti akan dibahas dalam bab sakaratulmaut.
        Apabila roh itu sudah meninggalkan tumit,mulailah tumit berasa dingin,begitu juga meninggalkan betis dan peha.Dan apabila roh sudah sampai di kerongkongan,ia bertahan sejenak.saat seperti inilah yang disebut ghargharah,yang mana taubat dan penyesalan seseorang tidak diterima lagi,sesuai dengan hadis yang mafhumnya “Sesungguhnya Allah sentiasa menerima taubat seseorang hamba selama belum sampai saat ghargharah”
        Setelah itu roh tadi berjalan sampai ke ubun-ubun,kemudian dicabut oleh Malaikat Izrail.Ketika roh itu keluar,mata turut mengiringi nya.itulah sebabnya mata orang meninggal itu selalu terbeliak atau melihat ke ubun-ubun.
         Mata si mayat yang terbeliak itu hendaklah dipejamkan,
Begitu juga mulutnya apabila ternganga hendaklah ditutupkan.ini dilakukan ,di samping untuk membaguskan pandangan,juga mengelakkan kekotoran atau serangga yang dikhuatiri masuk ke mulut atau mata si mati.
        Dan juga disuruh supaya melipat tangan si mati serta meluruskan kakinya.ini semua perlu di segera dilakukan,kerana kalau lambat-lambatkan mata dan mulutnya tidak mahu menutup lagi,sementara tangannya susah dilipat kerana sudah kaku.
        Kematian adalah satu hal yang pasti terjadi dan akan dialami oleh setiap yang bernyawa.Cuma bila dan dimana seseorang itu akan mati tidak ada yang tahu kecuali Allah.kalau ajal sudah tiba tidak boleh ditangguhkan dan tidak boleh dipercepatkan dari waktu yang sudah ditetapkan itu.Disamping itu kita tidak boleh lari dan bersembunyi untuk menghindarkan diri dari maut itu.    

Friday, January 14, 2011

NAMA-NAMA ALLAH DAN MAKSUD


NAMA-NAMA ALLAH DAN MAKSUD

AR-RAHMAN--MAHA PEMURAH

AR-RAHIM--MAHA PENGASIH

AL-MALIK--MAHA AGUNG

AL-QUDDUS--MAHA SUCI

AS-SALAM--MAHA SELAMAT SEJAHTERA

AL-MUKMIN--MAHA MELIMPAHKAN KEAMANAN

AL-MUHAIMIN--MAHA PENGAWAL & PENGAWAS

AL-AZIZ--MAHA BERKUASA

AL-JABBAR--MAHA KUAT

AL-MUTAKABBIR--MAHA MEMILIKI KEBESARAN

AL-KHALIQ--MAHA PENCIPTA

AL-BARI--MAHA MENJADIKAN

AL-MUSAWWIR--MAHA PEMBENTUK

AL-GHAFFAR--MAHA PENGAMPUN

AL-QAHHAR--MAHA MENENTUKAN

AL-WAHHAB--MAHA PEMBERI

AR-RAZZAQ--MAHA PEMBERI REZEKI

AL-FATTAH--MAHA PEMBUKA

AL-ALIM--MAHA MENGETAHUI

AL-QABIDH--MAHA PENGEKANG

AL-BASIT--MAHA MELIMPAHKAN NIKMAT

AL-HAFIDD--MAHA MERENDAHKAN

AR-RAFI’--MAHA MENINGGIKAN

AL-MU’IZ--MAHA MEMULIAKAN

AL-MUZIL--MAHA MENGHINAKAN

AS-SAMI’--MAHA MENDENGAR

AL-BASIR--MAHA MELIHAT

AL-HAKAM--MAHA PENGHUKUM

AL-‘ADL--MAHA ADIL

AL-LATIF--MAHA LEMBUT

AL-KHABIR--MAHA MENGETAHUI

AL-HALIM--MAHA PENYANTUN/SABAR

AL-‘AZIM--MAHA AGUNG

AL-GHAFUR--MAHA PENGAMPUN

ASY-SYAKUR--MAHA BERSYUKUR

AL-‘ALIY--MAHA TINGGI

AL-KABIR--MAHA BESAR

AL-HAFIZ--MAHA PEMELIHARA

AL-MUQIT--MAHA PENJAGA

AL-HASIB--MAHA PENGHITUNG

AL-JALIL--MAHA SEMPURNA

AL-KARIM--MAHA PEMURAH

AR-RAQIB--MAHA MENGAWASI

AL-MUJIB--MAHA MENGABULKAN

AL-WASI’--MAHA LUAS

AL-HAKIM--MAHA BIJAKSANA

AL-WADUD--MAHA MENGASIHANI

AL-MAJID--MAHA MULIA

AL-BA’ITS--MAHA MEMBANGKITKAN

ASY-SYAHID--MAHA MENYAKSIKAN

AL-HAQ--MAHA BENAR

AL-WAKIL--MAHA PENTADBIR

AL-QAWIY--MAHA KUAT

AL-WALIY--MAHA PELINDUNG

AL-MATIN--MAHA TEGUH

AL-HAMID--MAHA TERPUJI

AL-MUHSI--MAHA PENGHITUNG

AL-MUBDI--MAHA MEMULAI

AL-MU’ID--MAHA MENGEMBALIKAN

AL-MUHYI--MAHA MENGHIDUPKAN

AL-MUMIT--MAHA MEMATIKAN

AL-HAYY--MAHA HIDUP

AL-QAYYUM--MAHA BERDIRI SENDIRI

AL-WAJID--MAHA PENEMU

AL-MAJID--MAHA MULIA

AL-WAHID--MAHA ESA

AL-AHAD--MAHA ESA (SATU)

AS-SAMAD--TEMPAT BERGANTUNG

AL-QADIR--MAHA BERUPAYA

AL-MUKTADIR--MAHA BERKUASA

AL-MUKADDIM--MAHA MENYEGERAKAN

AL-MUAKHIR--MAHA MENGAKHIRKAN

AL-AWWAL--YANG PERTAMA

AL-AKHIR--YANG AKHIR

AZ-ZAHIR--YANG ZAHIR

AL-BATIN--YANG BATIN

AL-WALI--YANG MEMERINTAH

AL-MUTA’ALI--MAHA TINGGI & MULIA

AL-BARR--MAHA BAIK

AT-TAWWAB--MAHA PENERIMA TAUBAT

AL-MUNTAQIM--MAHA PENGHUKUM

AL-‘AFUW--MAHA PEMAAF

AR-RAUF--MAHA BELAS KASIHAN

MALIKUL-MULK--MAHA PEMILIK KERAJAAN

DZUL-JALALI--MAHA MEMILIKI KEAGUNGAN & KEMULIAAN

AL-MUQSIT--PEMILIK KEADILAN

AL-JAMI’--MAHA MENGUMPULKAN

AL-GHANIY--MAHA KAYA

AL-MUGHNI--YANG MAHA MEMAKMURKAN

AL-MANI’--MAHA PENCEGAH

AD-DARR--MAHA MENDATANGKAN

AN-NAFI’--YANG MEMBERI MANFAAT

AN-NUR--MAHA PEMBERI CAHAYA

AL-HADI--MAHA PEMBERI PETUNJUK

AL-BADI’--MAHA PENCIPTA KEINDAHAN

AL-BAQI--MAHA KEKAL

AR-WARITS--MAHA MEWARISI

AR-RASYID--MAHA PEMBERI PETUNJUK

AS-SABUR--MAHA PENYABAR

Thursday, January 13, 2011

Rahsia yang Manusia tidak tahu

Apabila seseorang itu jiwanya tidak tergugat oleh harta, tidak tergugat oleh derita, tidak tergugat oleh orang kata, dia termasuk manusia luar biasa, kerana jiwanya dengan Tuhan saja
Banyak perkara yang manusia ketahui tapi tidak tahu rahsianya di sebaliknya. Antara perkara-perkara yang manusia tahu tetapi mereka tidak tahu rahsianya ialah…
1. Di antara cara mendidik manusia menjadi baik ialah dengan usaha menyakitkan nafsunya.
2. Jika seorang muslim mati bersama sakit zahirnya, maka itu adalah penghapusan dosanya atau dia mendapat darjat di dalam Syurga. Sebaliknya kalau dia mati bersama penyakit batinnya, dia akan ke Neraka.
3. Manusia yang berpenyakit lahir (fizikalnya), sakitnya boleh merosakkan anggotanya sahaja tetapi manusia yang berpenyakit batin boleh merosakkan semua yang ada di dunia. Banyak perkara yang akan dirosakkannya.
4. Sesuatu perkara atau benda yang kita suka, sangat sukar untuk kita tadbir dan mengurusnya. Biasanya selalu sahaja kita melakukan kesalahan di dalam mengurusnya.
5. Banyak orang boleh memperkatakan penyakit batin tetapi gagal mengesannya. Lantaran itulah ada orang waktu menceritakan penyakit sombong, pada masa yang sama dia sedang memakai sifat itu.
6. Mendidik manusia secara tidak formal dan dari sikap diri kita lebih berkesan daripada sekadar memberi ilmu dan teorinya.
7. Ramai manusia dirosakkan oleh makhluk yang paling bodoh, yang tiada akal dan tidak bersekolah iaitu duit dan harta. Bahkan orang yang paling pandai seperti profesor pun dirosakkannya.
8. Bangsa yang mempunyai sifat taqwa dan ilmu akan menguasai manusia lain. Begitu pun banyak bangsa tidak boleh menempuh jalan ini. Maka mereka menguasai bangsa lain dengan kekuatan lahirnya tetapi kerosakannya terlalu banyak.
9. Orang yang memiliki dunia selalunya jiwanya tidak tenang. Orang yang memiliki Allah, jiwanya tenang. Justeru itu orang yang memiliki dunia ada yang membunuh diri sendiri. Ini tidak berlaku kepada orang yang memiliki Tuhan.
10. Orang yang membunuh dirinya sendiri lebih besar dosanya daripada orang yang membunuh orang lain.
11. Kehidupan manusia di dunia ini sebenarnya mudah diselesaikan jika tahu rahsianya. Iaitu dengan iman dan taqwa. Nanti akan berlakulah, pemimpin menaungi dan menegakkan keadilan, orang kaya akan pemurah, orang miskin sabar, orang berilmu memberi ilmu, ulama-ulama memberi nasihat dan mendidik dan pemuda-pemudi memberi tenaga. Semua manusia bermaruah dan bersifat malu. Setiap orang akan mengutamakan orang lain. Anak yang kecil ditunjukkan kasih sayang, anak yang masih bersekolah jangan tunjuk sayang atau benci manakala terhadap anak yang sudah dewasa, tunjukkan kemesraan dan selalu dijadikan kawan berbincang.
12. Seseorang manusia itu akan dikasihi atau diberi simpati kalau dia kenal dirinya dan pandai meletakkan diri pada tempatnya.
13. Telah menjadi tabiat semula jadi manusia setiap orang sukakan keamanan, kasih sayang, simpati, dibantu, dihormati,dan tidak diganggu. Namun adakalanya manusia itu lupa, bahkan lumrah berlaku perkara yang dia tidak suka itu disebabkan oleh dirinya sama ada secara langsung mahupun tidak. Sebagai contoh, apabila seseorang itu zalim, orang lain akan berdendam dan membuat kacau hingga hilang keamanan. Bila tiada keamanan, penzalim juga turut susah dan terancam. Bila orang kaya bakhil, banyak orang dengki dan sakit hati. Risikonya dia juga ikut sama menanggung. Bila seseorang itu sombong, orang benci. Jika berlaku sesuatu keadaan yang menyusahkannya, orang tidak akan ambil peduli dan orang tidak bersimpati. Jadi, sikap kita itulah adakalanya mengundang bala atau kesusahan. Bolehlah kiaskan dengan sikap-sikap yang lain.

Kandungan AAMIIN

Riwayat Hadits dari Anas bin Malik,bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : " Perhatikanlah ketika

Nabi Musa a.s munajat kepada ALLAH swt. Lalu ALLAH swt berfirman : " Hai Musa,kelak Aku akan berikan kapada Umat Muhammad saw 4 Huruf :

1. Huruf Pertama dari Kitab Taurat,
2. Huruf Kedua dari Kitab Zabur,
3. Huruf Ketiga dari Kitab Injil,
4. Huruf Keempat dari Kitab Al-Qur'an.

Lalu Nabi Musa bertanya : " Ya Tuhanku,Huruf apakah yang 4 macam itu ?" dan ALLAH swt menjawab:

Ke empat macam Huruf itu adalah Alif,Mim,Ya dan Nun. Yang di singkat menjadi " AAMIIN". Maka barang siapa mengucapkan AAMIIN seperti membaca 4 buah kitab - kitab yang di sebutkan di atas,yaitu Taurat,Zabur,Injil dan Al-Qur'an.

1. Maka dikatakannya bahwa Huruf Alif tertulis di Tiang Arsy ALLAH
2. Huruf tertulis di Tiang Kursi,yaitu Huruf Mim.
3. Huruf Ya tertulis di Lauhil Mahfuzh.
4. Huruf Nun tertulis di Batang Qalam.

Maka barangsiapa mengucapkan AAMIIN, maka dengan Izin ALLAH dan dengan Kekuasaan-Nya keempat macam Makhluk itu bergerak dan secara otomatis dapat berkata-kata meminta Ampun ke Hadirat ALLAH Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AAMIIN itu.



Kemudian ALLAH swt berfirman : " Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini benar - benar Aku telah mengampuni Dosa hambaku,karena memang sifatku Yang Maha Pengampun.



Teman - teman semuanya ini sebagai bahan Renungan juga bukan maksud saya untuk mengajari tapi tidak ada salahnya saya membagi Ilmu yang saya dapatkan dari Membaca Buku. Kita harus hati- hati dalam mengucapkan dan menulis AAMIIN karena kalau salah mengucapkan dan menulisnya secara Otomatis akan berubah Maknanya atau Artinya. 



Adapun cara yang paling baik untuk mengucapkannya ialah suara "A" harus dibaca panjang dan suara "Min" pun harus di baca Panjang,misalnya " AAMIIN".

1. Jika di baca AAMIN artinya : Berimanlah ( A-nya di panjangkan dan Min-nya di pendekan ).
2. Jika di baca AMIIN artinya : Orang yang di percaya ( A-nya di pendekkan,MIN-nya di panjangkan ).
3. Jika di baca AAMIIN artinya : Terimalah Permohonanku (A-nya Panjang,MIN-nya Panjang).

Maka jika Anda mengucapkan dan Menulis AMIIN seperti point ke dua,maka artinya bukan mohon do'a supaya di terima, tapi melainkan Anda malahan Bilang," Percaya,Percaya." Apalagi kalau dalam tulisan yang menulis AAAAMMMMMIIIIIIIIINNNN itu Anda artikan sendiri apa artinya karena saya juga tidak mengetahui artinya.









* JANGAN MENGANGGAP REMEH KESALAHAN KECIL KARENA

AKAN MENGAKIBATKAN MASALAH YANG BESAR *

Tuesday, January 11, 2011

Cerita beri SALAM

Ilmu utk dikongsi bersama : citer tentang sunnah Rasulullah s.a.w. Antaranya tentang bab memberi salam. Baginda memberi salam dgn lafaz "assalamualaikum" dan menjawab salam dari para sahabat dgn salam yg penuh "waalaikumussalam warahmatulallah hi wabarakatuh"
Beri salam - assalamualaikum"
Jawab salam - "waalaikumussalam warahmatulallah hiwabarakatuh"

Apabila kira berkirim salam pada org lain, hendaklah kita berkata "Kirim salam assalamualaikum pada HJ ZUL ye" contoh lerr.. Bukannya : "Kirim salam kat HJ ZUL ye" . Dan bukannya " Kirim salam maut" statement ini adalah berdosa, walaupun sekadar gurauan!Ingat kawanku..

Semoga ada manfaat.
"Akum = Avde Kokhavim U Mazzalot"
Maksud singkatan " A'kum"Assalamu' alaikum
Untuk renungan bersama : Janganlah kita menggantikan perkataan "Assalamualaikum" dengan "A'kum" dalam sms atau apa sekalipun melalui tulisan. Jika perkataan Assalamualaikum itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan "Salam" iaitu sama makna dengan Assalamualaikum.
Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna shortform A'kum dalam sms ataupun email. Perkataan 'AKUM' adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan yahudi yang bermaksud 'BINATANG' dalam Bahasa Ibrani.
Ia singkatan daripada perkataan 'AvdeKokhavim U Mazzalot' yang bermaksud 'HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT'. Mulai sekarang jika ada orang hantar shortform "A'kum", kita ingatkan dia guna "Salam" kerana salam ialah dari perkataan Assalamualaikum. Semoga ada manfaatnya.

JIKA ANDA TIDAK KEBERATAN ,FORWARD LAH CERITA KEPADA TEMAN TEMAN MU, KERANA SESUNGGUHNYA ILMU YANG BERMANFAAT ITU , AKAN ABADI JIKA DIAMALKAN

Saturday, January 8, 2011

"cukuplah Allah menjadi penolong dan Allah adalah sebaik-baik pelindung


Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawaqal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah.
Syahdan, ketika Nabi Ibrahim a.s. dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil,” maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil,”
{(Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar dari) Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar.}. (QS. Ali ‘Imran: 173-174)
Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawaqal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan?
{Dan, hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawaqal jika kamu benar-benar beriman.}
Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawaqallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Jadikanlah “Hasbunallah wa ni’mal wakil” syiar dan semboyan yang selalu menyelimuti langkah hidup Anda. Jika harta Anda sedikit, hutang Anda banyak, sumber penghidupan Anda kering, dan mata pencaharian Anda terhenti, mengadulah kepada Rabb-mu seraya mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil.”
Jika Anda takut kepada seorang musuh, cemas terhadap perlakuan orang zalim, atau khawatir dengan suatu bencana, maka ucapkanlah dengan tulus kalimat ini : “Hasbunallah wa ni’mal wakil.”
{Dan, cukuplah Rabb-mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.} (QS. Al-Furqan: 31) (lt)

About Me

My photo
Kuantan, Pahang, Malaysia
nme sye Wan Aiman bin Wan Hasni Shah...sye nie tggal kat kg Kempadang...