Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang Sheikh. Setelah lama menuntut ilmu,syaikh menasehati dia dan teman-temannya : "Kaian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."
Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya : "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab : "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata : "Ayahmu itu dulu seorang pencuri."
Pemuda itu berkata : "Guruku memerintahkan kami - murid-muridnya, untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."
Ibunya menyela : "Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab : "Ya, begitu kata guruku." Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian solat isya' dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (sheikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan sheikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya : "Ini rumah anak yatim, dan Allah memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim." Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Ha, di sini", gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan wang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata : "Eh, jangan, sheikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang itu belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."
Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia mengira. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri : "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan solat dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan solat sunat. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan solat. Isterinya bertanya : "Apa ini?" Dijawab suaminya : "Demi Allah, aku juga tidak tahu." lalu dia menghampiri pencuri itu: "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata : "Solat dulu, baru bercakap . sekarang pergilah berwudhu' lalu solat bersama. Tuan rumahlah yang berhak jadi imam."
Kerana bimbang pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi wallahu a'lam, bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya : "Sekarang, cuba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab : "Saya ini pencuri". "Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?", tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab : "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak". Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila kerana terlalu keheranan. Lalu dia berkata : "Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini gila?" Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya. Mereka berdua dikurnia seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata : "Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnesku." Ia menjawab : "Aku setuju." Di pagi hari itu pula sang tuan memanggil para saksi untuk acara akad nikah puterinya.
Saturday, January 29, 2011
Tuesday, January 25, 2011
Permohonan si KAYA dan si MISKIN
Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s.. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s., "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar Allah s.w.t. menjadikan aku orang yang kaya." Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.". Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa a.s., "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu." Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata, "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.". "Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah s.w.t.?. Allah s.w.t. telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah s.w.t. telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah s.w.t. tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah s.w.t. mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada Allah s.w.t.
Friday, January 21, 2011
ERTI KEMATIAN
Yang dimaksudkan dengan mati ialah berpisahnya roh dengan badan.Ada juga yang buat definisi mati itu berhentinya jantung berdenyut,bekunya darah dan lain sebagainya.sebenarnya definisi yang mengatakan keluarnya roh dari badannya itu tidak bertentangan dengan definisi yang lainnya tadi.
Apabila roh sudah keluar dari badan sudah pasti jantungnya akan diam,darah beku,bahkan seluruh anggota tubuh tidak berfungsi lagi.barangkali orang yang membuat definisi .Yang kedua dan ketiga tadi ialah orang yang tidak mempercayai roh dalam tubuh manusia itu.
Untuk lebih jelasnya tentang kematian ini,baiklah kita bahas proses keluarnya roh itu dan siapa yang mencabutnya.Yang mencabut roh itu adalah Malakulmaut ataupun Izrail.Perbezaan Malakulmaut dengan Izrail,Izrail adalah ketuanya,sedangkan Malakulmaut ialah setiap malaikat yang turut membantu pencabutan roh itu.
Malaikat Izrail (a.s)mempunyai pembantu dalam mencabut nyawa manusia,sekalipun pada akhirnya Izrail juga yang mencabutnya.Roh itu ditarik oleh malaikat-malaikat maut dari sekujur tubuh manusia,kemudian setelah sampai di ubun-ubun barulah ditarik oleh Malaikat Izrail (a.s).
Pertama sekali roh itu ditarik dari tumit atau kaki,menjalar sampai ke betis,paha,perut,dada,kerongkong,kepala dan pada akhirnya dicabut oleh Malaikat Izrail dari ubun-ubun.Orang yang dicabut rohnya merasa cukup pedih kerana roh itu dicabut dari sekujur tubuh.cubalah bayangkan bagaimana sakitnya seandai dicabut satu urat dari badan kita.Untuk lebih dekatnya kepada pemahaman kita bagaimana perasaan anda apabila dicabut sehelai rambut dari misai atau janggut anda?sedangkan sehelai rambut sudah terasa sakit apalagi gigi atau urat.Dan dicabut itu bukan hanya satu urat tetapi berjuta-juta urat,bukan satu sel tetapi berjuta-juta sel kerana tempat roh itu meliputi seluruh badan.Untuk lebih jelasnya bagaimana pedihnya pencabutan roh itu nanti akan dibahas dalam bab sakaratulmaut.
Apabila roh itu sudah meninggalkan tumit,mulailah tumit berasa dingin,begitu juga meninggalkan betis dan peha.Dan apabila roh sudah sampai di kerongkongan,ia bertahan sejenak.saat seperti inilah yang disebut ghargharah,yang mana taubat dan penyesalan seseorang tidak diterima lagi,sesuai dengan hadis yang mafhumnya “Sesungguhnya Allah sentiasa menerima taubat seseorang hamba selama belum sampai saat ghargharah”
Setelah itu roh tadi berjalan sampai ke ubun-ubun,kemudian dicabut oleh Malaikat Izrail.Ketika roh itu keluar,mata turut mengiringi nya.itulah sebabnya mata orang meninggal itu selalu terbeliak atau melihat ke ubun-ubun.
Mata si mayat yang terbeliak itu hendaklah dipejamkan,
Begitu juga mulutnya apabila ternganga hendaklah ditutupkan.ini dilakukan ,di samping untuk membaguskan pandangan,juga mengelakkan kekotoran atau serangga yang dikhuatiri masuk ke mulut atau mata si mati.
Dan juga disuruh supaya melipat tangan si mati serta meluruskan kakinya.ini semua perlu di segera dilakukan,kerana kalau lambat-lambatkan mata dan mulutnya tidak mahu menutup lagi,sementara tangannya susah dilipat kerana sudah kaku.
Kematian adalah satu hal yang pasti terjadi dan akan dialami oleh setiap yang bernyawa.Cuma bila dan dimana seseorang itu akan mati tidak ada yang tahu kecuali Allah.kalau ajal sudah tiba tidak boleh ditangguhkan dan tidak boleh dipercepatkan dari waktu yang sudah ditetapkan itu.Disamping itu kita tidak boleh lari dan bersembunyi untuk menghindarkan diri dari maut itu.
Friday, January 14, 2011
NAMA-NAMA ALLAH DAN MAKSUD
NAMA-NAMA ALLAH DAN MAKSUD
AR-RAHMAN--MAHA PEMURAH
AR-RAHIM--MAHA PENGASIH
AL-MALIK--MAHA AGUNG
AL-QUDDUS--MAHA SUCI
AS-SALAM--MAHA SELAMAT SEJAHTERA
AL-MUKMIN--MAHA MELIMPAHKAN KEAMANAN
AL-MUHAIMIN--MAHA PENGAWAL & PENGAWAS
AL-AZIZ--MAHA BERKUASA
AL-JABBAR--MAHA KUAT
AL-MUTAKABBIR--MAHA MEMILIKI KEBESARAN
AL-KHALIQ--MAHA PENCIPTA
AL-BARI--MAHA MENJADIKAN
AL-MUSAWWIR--MAHA PEMBENTUK
AL-GHAFFAR--MAHA PENGAMPUN
AL-QAHHAR--MAHA MENENTUKAN
AL-WAHHAB--MAHA PEMBERI
AR-RAZZAQ--MAHA PEMBERI REZEKI
AL-FATTAH--MAHA PEMBUKA
AL-ALIM--MAHA MENGETAHUI
AL-QABIDH--MAHA PENGEKANG
AL-BASIT--MAHA MELIMPAHKAN NIKMAT
AL-HAFIDD--MAHA MERENDAHKAN
AR-RAFI’--MAHA MENINGGIKAN
AL-MU’IZ--MAHA MEMULIAKAN
AL-MUZIL--MAHA MENGHINAKAN
AS-SAMI’--MAHA MENDENGAR
AL-BASIR--MAHA MELIHAT
AL-HAKAM--MAHA PENGHUKUM
AL-‘ADL--MAHA ADIL
AL-LATIF--MAHA LEMBUT
AL-KHABIR--MAHA MENGETAHUI
AL-HALIM--MAHA PENYANTUN/SABAR
AL-‘AZIM--MAHA AGUNG
AL-GHAFUR--MAHA PENGAMPUN
ASY-SYAKUR--MAHA BERSYUKUR
AL-‘ALIY--MAHA TINGGI
AL-KABIR--MAHA BESAR
AL-HAFIZ--MAHA PEMELIHARA
AL-MUQIT--MAHA PENJAGA
AL-HASIB--MAHA PENGHITUNG
AL-JALIL--MAHA SEMPURNA
AL-KARIM--MAHA PEMURAH
AR-RAQIB--MAHA MENGAWASI
AL-MUJIB--MAHA MENGABULKAN
AL-WASI’--MAHA LUAS
AL-HAKIM--MAHA BIJAKSANA
AL-WADUD--MAHA MENGASIHANI
AL-MAJID--MAHA MULIA
AL-BA’ITS--MAHA MEMBANGKITKAN
ASY-SYAHID--MAHA MENYAKSIKAN
AL-HAQ--MAHA BENAR
AL-WAKIL--MAHA PENTADBIR
AL-QAWIY--MAHA KUAT
AL-WALIY--MAHA PELINDUNG
AL-MATIN--MAHA TEGUH
AL-HAMID--MAHA TERPUJI
AL-MUHSI--MAHA PENGHITUNG
AL-MUBDI--MAHA MEMULAI
AL-MU’ID--MAHA MENGEMBALIKAN
AL-MUHYI--MAHA MENGHIDUPKAN
AL-MUMIT--MAHA MEMATIKAN
AL-HAYY--MAHA HIDUP
AL-QAYYUM--MAHA BERDIRI SENDIRI
AL-WAJID--MAHA PENEMU
AL-MAJID--MAHA MULIA
AL-WAHID--MAHA ESA
AL-AHAD--MAHA ESA (SATU)
AS-SAMAD--TEMPAT BERGANTUNG
AL-QADIR--MAHA BERUPAYA
AL-MUKTADIR--MAHA BERKUASA
AL-MUKADDIM--MAHA MENYEGERAKAN
AL-MUAKHIR--MAHA MENGAKHIRKAN
AL-AWWAL--YANG PERTAMA
AL-AKHIR--YANG AKHIR
AZ-ZAHIR--YANG ZAHIR
AL-BATIN--YANG BATIN
AL-WALI--YANG MEMERINTAH
AL-MUTA’ALI--MAHA TINGGI & MULIA
AL-BARR--MAHA BAIK
AT-TAWWAB--MAHA PENERIMA TAUBAT
AL-MUNTAQIM--MAHA PENGHUKUM
AL-‘AFUW--MAHA PEMAAF
AR-RAUF--MAHA BELAS KASIHAN
MALIKUL-MULK--MAHA PEMILIK KERAJAAN
DZUL-JALALI--MAHA MEMILIKI KEAGUNGAN & KEMULIAAN
AL-MUQSIT--PEMILIK KEADILAN
AL-JAMI’--MAHA MENGUMPULKAN
AL-GHANIY--MAHA KAYA
AL-MUGHNI--YANG MAHA MEMAKMURKAN
AL-MANI’--MAHA PENCEGAH
AD-DARR--MAHA MENDATANGKAN
AN-NAFI’--YANG MEMBERI MANFAAT
AN-NUR--MAHA PEMBERI CAHAYA
AL-HADI--MAHA PEMBERI PETUNJUK
AL-BADI’--MAHA PENCIPTA KEINDAHAN
AL-BAQI--MAHA KEKAL
AR-WARITS--MAHA MEWARISI
AR-RASYID--MAHA PEMBERI PETUNJUK
AS-SABUR--MAHA PENYABAR
AR-RAHIM--MAHA PENGASIH
AL-MALIK--MAHA AGUNG
AL-QUDDUS--MAHA SUCI
AS-SALAM--MAHA SELAMAT SEJAHTERA
AL-MUKMIN--MAHA MELIMPAHKAN KEAMANAN
AL-MUHAIMIN--MAHA PENGAWAL & PENGAWAS
AL-AZIZ--MAHA BERKUASA
AL-JABBAR--MAHA KUAT
AL-MUTAKABBIR--MAHA MEMILIKI KEBESARAN
AL-KHALIQ--MAHA PENCIPTA
AL-BARI--MAHA MENJADIKAN
AL-MUSAWWIR--MAHA PEMBENTUK
AL-GHAFFAR--MAHA PENGAMPUN
AL-QAHHAR--MAHA MENENTUKAN
AL-WAHHAB--MAHA PEMBERI
AR-RAZZAQ--MAHA PEMBERI REZEKI
AL-FATTAH--MAHA PEMBUKA
AL-ALIM--MAHA MENGETAHUI
AL-QABIDH--MAHA PENGEKANG
AL-BASIT--MAHA MELIMPAHKAN NIKMAT
AL-HAFIDD--MAHA MERENDAHKAN
AR-RAFI’--MAHA MENINGGIKAN
AL-MU’IZ--MAHA MEMULIAKAN
AL-MUZIL--MAHA MENGHINAKAN
AS-SAMI’--MAHA MENDENGAR
AL-BASIR--MAHA MELIHAT
AL-HAKAM--MAHA PENGHUKUM
AL-‘ADL--MAHA ADIL
AL-LATIF--MAHA LEMBUT
AL-KHABIR--MAHA MENGETAHUI
AL-HALIM--MAHA PENYANTUN/SABAR
AL-‘AZIM--MAHA AGUNG
AL-GHAFUR--MAHA PENGAMPUN
ASY-SYAKUR--MAHA BERSYUKUR
AL-‘ALIY--MAHA TINGGI
AL-KABIR--MAHA BESAR
AL-HAFIZ--MAHA PEMELIHARA
AL-MUQIT--MAHA PENJAGA
AL-HASIB--MAHA PENGHITUNG
AL-JALIL--MAHA SEMPURNA
AL-KARIM--MAHA PEMURAH
AR-RAQIB--MAHA MENGAWASI
AL-MUJIB--MAHA MENGABULKAN
AL-WASI’--MAHA LUAS
AL-HAKIM--MAHA BIJAKSANA
AL-WADUD--MAHA MENGASIHANI
AL-MAJID--MAHA MULIA
AL-BA’ITS--MAHA MEMBANGKITKAN
ASY-SYAHID--MAHA MENYAKSIKAN
AL-HAQ--MAHA BENAR
AL-WAKIL--MAHA PENTADBIR
AL-QAWIY--MAHA KUAT
AL-WALIY--MAHA PELINDUNG
AL-MATIN--MAHA TEGUH
AL-HAMID--MAHA TERPUJI
AL-MUHSI--MAHA PENGHITUNG
AL-MUBDI--MAHA MEMULAI
AL-MU’ID--MAHA MENGEMBALIKAN
AL-MUHYI--MAHA MENGHIDUPKAN
AL-MUMIT--MAHA MEMATIKAN
AL-HAYY--MAHA HIDUP
AL-QAYYUM--MAHA BERDIRI SENDIRI
AL-WAJID--MAHA PENEMU
AL-MAJID--MAHA MULIA
AL-WAHID--MAHA ESA
AL-AHAD--MAHA ESA (SATU)
AS-SAMAD--TEMPAT BERGANTUNG
AL-QADIR--MAHA BERUPAYA
AL-MUKTADIR--MAHA BERKUASA
AL-MUKADDIM--MAHA MENYEGERAKAN
AL-MUAKHIR--MAHA MENGAKHIRKAN
AL-AWWAL--YANG PERTAMA
AL-AKHIR--YANG AKHIR
AZ-ZAHIR--YANG ZAHIR
AL-BATIN--YANG BATIN
AL-WALI--YANG MEMERINTAH
AL-MUTA’ALI--MAHA TINGGI & MULIA
AL-BARR--MAHA BAIK
AT-TAWWAB--MAHA PENERIMA TAUBAT
AL-MUNTAQIM--MAHA PENGHUKUM
AL-‘AFUW--MAHA PEMAAF
AR-RAUF--MAHA BELAS KASIHAN
MALIKUL-MULK--MAHA PEMILIK KERAJAAN
DZUL-JALALI--MAHA MEMILIKI KEAGUNGAN & KEMULIAAN
AL-MUQSIT--PEMILIK KEADILAN
AL-JAMI’--MAHA MENGUMPULKAN
AL-GHANIY--MAHA KAYA
AL-MUGHNI--YANG MAHA MEMAKMURKAN
AL-MANI’--MAHA PENCEGAH
AD-DARR--MAHA MENDATANGKAN
AN-NAFI’--YANG MEMBERI MANFAAT
AN-NUR--MAHA PEMBERI CAHAYA
AL-HADI--MAHA PEMBERI PETUNJUK
AL-BADI’--MAHA PENCIPTA KEINDAHAN
AL-BAQI--MAHA KEKAL
AR-WARITS--MAHA MEWARISI
AR-RASYID--MAHA PEMBERI PETUNJUK
AS-SABUR--MAHA PENYABAR
Thursday, January 13, 2011
Rahsia yang Manusia tidak tahu

Apabila seseorang itu jiwanya tidak tergugat oleh harta, tidak tergugat oleh derita, tidak tergugat oleh orang kata, dia termasuk manusia luar biasa, kerana jiwanya dengan Tuhan saja
Banyak perkara yang manusia ketahui tapi tidak tahu rahsianya di sebaliknya. Antara perkara-perkara yang manusia tahu tetapi mereka tidak tahu rahsianya ialah…
1. Di antara cara mendidik manusia menjadi baik ialah dengan usaha menyakitkan nafsunya.
2. Jika seorang muslim mati bersama sakit zahirnya, maka itu adalah penghapusan dosanya atau dia mendapat darjat di dalam Syurga. Sebaliknya kalau dia mati bersama penyakit batinnya, dia akan ke Neraka.
3. Manusia yang berpenyakit lahir (fizikalnya), sakitnya boleh merosakkan anggotanya sahaja tetapi manusia yang berpenyakit batin boleh merosakkan semua yang ada di dunia. Banyak perkara yang akan dirosakkannya.
4. Sesuatu perkara atau benda yang kita suka, sangat sukar untuk kita tadbir dan mengurusnya. Biasanya selalu sahaja kita melakukan kesalahan di dalam mengurusnya.
5. Banyak orang boleh memperkatakan penyakit batin tetapi gagal mengesannya. Lantaran itulah ada orang waktu menceritakan penyakit sombong, pada masa yang sama dia sedang memakai sifat itu.
6. Mendidik manusia secara tidak formal dan dari sikap diri kita lebih berkesan daripada sekadar memberi ilmu dan teorinya.
7. Ramai manusia dirosakkan oleh makhluk yang paling bodoh, yang tiada akal dan tidak bersekolah iaitu duit dan harta. Bahkan orang yang paling pandai seperti profesor pun dirosakkannya.
8. Bangsa yang mempunyai sifat taqwa dan ilmu akan menguasai manusia lain. Begitu pun banyak bangsa tidak boleh menempuh jalan ini. Maka mereka menguasai bangsa lain dengan kekuatan lahirnya tetapi kerosakannya terlalu banyak.
9. Orang yang memiliki dunia selalunya jiwanya tidak tenang. Orang yang memiliki Allah, jiwanya tenang. Justeru itu orang yang memiliki dunia ada yang membunuh diri sendiri. Ini tidak berlaku kepada orang yang memiliki Tuhan.
10. Orang yang membunuh dirinya sendiri lebih besar dosanya daripada orang yang membunuh orang lain.
11. Kehidupan manusia di dunia ini sebenarnya mudah diselesaikan jika tahu rahsianya. Iaitu dengan iman dan taqwa. Nanti akan berlakulah, pemimpin menaungi dan menegakkan keadilan, orang kaya akan pemurah, orang miskin sabar, orang berilmu memberi ilmu, ulama-ulama memberi nasihat dan mendidik dan pemuda-pemudi memberi tenaga. Semua manusia bermaruah dan bersifat malu. Setiap orang akan mengutamakan orang lain. Anak yang kecil ditunjukkan kasih sayang, anak yang masih bersekolah jangan tunjuk sayang atau benci manakala terhadap anak yang sudah dewasa, tunjukkan kemesraan dan selalu dijadikan kawan berbincang.
12. Seseorang manusia itu akan dikasihi atau diberi simpati kalau dia kenal dirinya dan pandai meletakkan diri pada tempatnya.
13. Telah menjadi tabiat semula jadi manusia setiap orang sukakan keamanan, kasih sayang, simpati, dibantu, dihormati,dan tidak diganggu. Namun adakalanya manusia itu lupa, bahkan lumrah berlaku perkara yang dia tidak suka itu disebabkan oleh dirinya sama ada secara langsung mahupun tidak. Sebagai contoh, apabila seseorang itu zalim, orang lain akan berdendam dan membuat kacau hingga hilang keamanan. Bila tiada keamanan, penzalim juga turut susah dan terancam. Bila orang kaya bakhil, banyak orang dengki dan sakit hati. Risikonya dia juga ikut sama menanggung. Bila seseorang itu sombong, orang benci. Jika berlaku sesuatu keadaan yang menyusahkannya, orang tidak akan ambil peduli dan orang tidak bersimpati. Jadi, sikap kita itulah adakalanya mengundang bala atau kesusahan. Bolehlah kiaskan dengan sikap-sikap yang lain.
Kandungan AAMIIN
Riwayat Hadits dari Anas bin Malik,bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : " Perhatikanlah ketika
Nabi Musa a.s munajat kepada ALLAH swt. Lalu ALLAH swt berfirman : " Hai Musa,kelak Aku akan berikan kapada Umat Muhammad saw 4 Huruf :
1. Huruf Pertama dari Kitab Taurat,
2. Huruf Kedua dari Kitab Zabur,
3. Huruf Ketiga dari Kitab Injil,
4. Huruf Keempat dari Kitab Al-Qur'an.
Lalu Nabi Musa bertanya : " Ya Tuhanku,Huruf apakah yang 4 macam itu ?" dan ALLAH swt menjawab:
Ke empat macam Huruf itu adalah Alif,Mim,Ya dan Nun. Yang di singkat menjadi " AAMIIN". Maka barang siapa mengucapkan AAMIIN seperti membaca 4 buah kitab - kitab yang di sebutkan di atas,yaitu Taurat,Zabur,Injil dan Al-Qur'an.
1. Maka dikatakannya bahwa Huruf Alif tertulis di Tiang Arsy ALLAH
2. Huruf tertulis di Tiang Kursi,yaitu Huruf Mim.
3. Huruf Ya tertulis di Lauhil Mahfuzh.
4. Huruf Nun tertulis di Batang Qalam.
Maka barangsiapa mengucapkan AAMIIN, maka dengan Izin ALLAH dan dengan Kekuasaan-Nya keempat macam Makhluk itu bergerak dan secara otomatis dapat berkata-kata meminta Ampun ke Hadirat ALLAH Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AAMIIN itu.
Kemudian ALLAH swt berfirman : " Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini benar - benar Aku telah mengampuni Dosa hambaku,karena memang sifatku Yang Maha Pengampun.
Teman - teman semuanya ini sebagai bahan Renungan juga bukan maksud saya untuk mengajari tapi tidak ada salahnya saya membagi Ilmu yang saya dapatkan dari Membaca Buku. Kita harus hati- hati dalam mengucapkan dan menulis AAMIIN karena kalau salah mengucapkan dan menulisnya secara Otomatis akan berubah Maknanya atau Artinya.
Adapun cara yang paling baik untuk mengucapkannya ialah suara "A" harus dibaca panjang dan suara "Min" pun harus di baca Panjang,misalnya " AAMIIN".
1. Jika di baca AAMIN artinya : Berimanlah ( A-nya di panjangkan dan Min-nya di pendekan ).
2. Jika di baca AMIIN artinya : Orang yang di percaya ( A-nya di pendekkan,MIN-nya di panjangkan ).
3. Jika di baca AAMIIN artinya : Terimalah Permohonanku (A-nya Panjang,MIN-nya Panjang).
Maka jika Anda mengucapkan dan Menulis AMIIN seperti point ke dua,maka artinya bukan mohon do'a supaya di terima, tapi melainkan Anda malahan Bilang," Percaya,Percaya." Apalagi kalau dalam tulisan yang menulis AAAAMMMMMIIIIIIIIINNNN itu Anda artikan sendiri apa artinya karena saya juga tidak mengetahui artinya.
* JANGAN MENGANGGAP REMEH KESALAHAN KECIL KARENA
AKAN MENGAKIBATKAN MASALAH YANG BESAR *
Nabi Musa a.s munajat kepada ALLAH swt. Lalu ALLAH swt berfirman : " Hai Musa,kelak Aku akan berikan kapada Umat Muhammad saw 4 Huruf :
1. Huruf Pertama dari Kitab Taurat,
2. Huruf Kedua dari Kitab Zabur,
3. Huruf Ketiga dari Kitab Injil,
4. Huruf Keempat dari Kitab Al-Qur'an.
Lalu Nabi Musa bertanya : " Ya Tuhanku,Huruf apakah yang 4 macam itu ?" dan ALLAH swt menjawab:
Ke empat macam Huruf itu adalah Alif,Mim,Ya dan Nun. Yang di singkat menjadi " AAMIIN". Maka barang siapa mengucapkan AAMIIN seperti membaca 4 buah kitab - kitab yang di sebutkan di atas,yaitu Taurat,Zabur,Injil dan Al-Qur'an.
1. Maka dikatakannya bahwa Huruf Alif tertulis di Tiang Arsy ALLAH
2. Huruf tertulis di Tiang Kursi,yaitu Huruf Mim.
3. Huruf Ya tertulis di Lauhil Mahfuzh.
4. Huruf Nun tertulis di Batang Qalam.
Maka barangsiapa mengucapkan AAMIIN, maka dengan Izin ALLAH dan dengan Kekuasaan-Nya keempat macam Makhluk itu bergerak dan secara otomatis dapat berkata-kata meminta Ampun ke Hadirat ALLAH Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AAMIIN itu.
Kemudian ALLAH swt berfirman : " Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini benar - benar Aku telah mengampuni Dosa hambaku,karena memang sifatku Yang Maha Pengampun.
Teman - teman semuanya ini sebagai bahan Renungan juga bukan maksud saya untuk mengajari tapi tidak ada salahnya saya membagi Ilmu yang saya dapatkan dari Membaca Buku. Kita harus hati- hati dalam mengucapkan dan menulis AAMIIN karena kalau salah mengucapkan dan menulisnya secara Otomatis akan berubah Maknanya atau Artinya.
Adapun cara yang paling baik untuk mengucapkannya ialah suara "A" harus dibaca panjang dan suara "Min" pun harus di baca Panjang,misalnya " AAMIIN".
1. Jika di baca AAMIN artinya : Berimanlah ( A-nya di panjangkan dan Min-nya di pendekan ).
2. Jika di baca AMIIN artinya : Orang yang di percaya ( A-nya di pendekkan,MIN-nya di panjangkan ).
3. Jika di baca AAMIIN artinya : Terimalah Permohonanku (A-nya Panjang,MIN-nya Panjang).
Maka jika Anda mengucapkan dan Menulis AMIIN seperti point ke dua,maka artinya bukan mohon do'a supaya di terima, tapi melainkan Anda malahan Bilang," Percaya,Percaya." Apalagi kalau dalam tulisan yang menulis AAAAMMMMMIIIIIIIIINNNN itu Anda artikan sendiri apa artinya karena saya juga tidak mengetahui artinya.
* JANGAN MENGANGGAP REMEH KESALAHAN KECIL KARENA
AKAN MENGAKIBATKAN MASALAH YANG BESAR *
Tuesday, January 11, 2011
Cerita beri SALAM
Ilmu utk dikongsi bersama : citer tentang sunnah Rasulullah s.a.w. Antaranya tentang bab memberi salam. Baginda memberi salam dgn lafaz "assalamualaikum" dan menjawab salam dari para sahabat dgn salam yg penuh "waalaikumussalam warahmatulallah hi wabarakatuh"
Beri salam - assalamualaikum"
Jawab salam - "waalaikumussalam warahmatulallah hiwabarakatuh"
Jawab salam - "waalaikumussalam warahmatulallah hiwabarakatuh"
Apabila kira berkirim salam pada org lain, hendaklah kita berkata "Kirim salam assalamualaikum pada HJ ZUL ye" contoh lerr.. Bukannya : "Kirim salam kat HJ ZUL ye" . Dan bukannya " Kirim salam maut" statement ini adalah berdosa, walaupun sekadar gurauan!Ingat kawanku..
Semoga ada manfaat.
"Akum = Avde Kokhavim U Mazzalot"
Maksud singkatan " A'kum"Assalamu' alaikum
Untuk renungan bersama : Janganlah kita menggantikan perkataan "Assalamualaikum" dengan "A'kum" dalam sms atau apa sekalipun melalui tulisan. Jika perkataan Assalamualaikum itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan "Salam" iaitu sama makna dengan Assalamualaikum.
Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna shortform A'kum dalam sms ataupun email. Perkataan 'AKUM' adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan yahudi yang bermaksud 'BINATANG' dalam Bahasa Ibrani.
Ia singkatan daripada perkataan 'AvdeKokhavim U Mazzalot' yang bermaksud 'HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT'. Mulai sekarang jika ada orang hantar shortform "A'kum", kita ingatkan dia guna "Salam" kerana salam ialah dari perkataan Assalamualaikum. Semoga ada manfaatnya.
JIKA ANDA TIDAK KEBERATAN ,FORWARD LAH CERITA KEPADA TEMAN TEMAN MU, KERANA SESUNGGUHNYA ILMU YANG BERMANFAAT ITU , AKAN ABADI JIKA DIAMALKAN
Saturday, January 8, 2011
"cukuplah Allah menjadi penolong dan Allah adalah sebaik-baik pelindung
Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawaqal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah.
Syahdan, ketika Nabi Ibrahim a.s. dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil,” maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil,”
{(Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar dari) Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar.}. (QS. Ali ‘Imran: 173-174)
Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawaqal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan?
{Dan, hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawaqal jika kamu benar-benar beriman.}
Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawaqallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Jadikanlah “Hasbunallah wa ni’mal wakil” syiar dan semboyan yang selalu menyelimuti langkah hidup Anda. Jika harta Anda sedikit, hutang Anda banyak, sumber penghidupan Anda kering, dan mata pencaharian Anda terhenti, mengadulah kepada Rabb-mu seraya mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil.”
Jika Anda takut kepada seorang musuh, cemas terhadap perlakuan orang zalim, atau khawatir dengan suatu bencana, maka ucapkanlah dengan tulus kalimat ini : “Hasbunallah wa ni’mal wakil.”
{Dan, cukuplah Rabb-mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.} (QS. Al-Furqan: 31) (lt)
Friday, January 7, 2011
khasiat Surah Al-Waqiah..
Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”
Menurut fatwa sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”
Surah Al-Waqi’ah adalah surah yang ke -56 di dalam Al-Quran, terletak pada juzuk ke 27 dan terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah kerana di ambil dari lafal Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang ertinya kiamat. Di dalam surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.
Di dalam surah Al-Waqi’ah terkandung beberapa khasiat, antara lain:
- Bila orang membiasakan membaca surah ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan selamanya.
- Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
- Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaAllah di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki.
- Supaya menjadi orang yang kaya sentiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
- Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jumaat. Setiap selepas solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sehinggalah sampai pada malam Jumaat berikutnya; pada malam Jumaat berikutnya itu, selepas solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
- Surah ini jika dibaca disisi mayat atau orang yang sedang nazak, insyaAllah di permudahkan untuk roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca disisi orang sakit, diringankan kesakitannya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah. Boleh juga dibaca disisi orang yang hendak bersalin sebagai selusuh.
Menurut As’Syeikh Abi’l Abbas katanya
- Bila hendak mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, terlebih dahulu berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumaat berakhir pada hari Khamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala haiwan, hanya makan sayur-sayuran sahaja.
- Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya.
- Pada malam Jumaat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian selawat 1000 kali.
Tuesday, January 4, 2011
Hanya kerana sebutir Kurma

‘Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga.. Seorang laki-laki bertanya, walaupun sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi.’ (Riwayat Muslim)
Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa.
Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.
Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,"
Kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT
gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.
Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.
"4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.
"Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,
"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.
Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui.
Biar berjauhan, akhirnya selesai juga.
Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.
Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.
"Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."
Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu.
Wallahu'alam
Monday, January 3, 2011
Rasulullah dan pengemis yahudi buta
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
Hukuman jenayah mengikut Islam
1. Pengertian Jenayah.
Melakukan sesuatu perkara yang ditegah oleh Allah S.WT. atau meninggalkan sesuatu perkara yang disuruh olehNya.
Peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah S.WT. untuk dilaksanakan dalam sesebuah negara bagi menjamin keadilan dan keselamatan ummah.
HUKUM-HUKUM JENAYAH ISLAM
Hukum-hukum jenayah Islam terbahagi kepada ;
(b) Hukum Qisas
(c) Hukum Ta’zir
A. HUKUM HUDUD
1. Pengertian Hudud;
(a) Dan segi bahasa hudud bererti menahan atau mencegà h.
(b) Dan segi segi istilah hudud ditakrifkan sebagai keseksaan yang telah ditetapkan oleh nas-nas Al-Quran dan AsSunnah yang wajib dilaksanakan sebagai hak Allah S.W.T. Kadar hukumannya tidak boleh dipinda sama ada dikurang atau ditambah.
Maksudnya;
“Itulah hukum-hukum yang telah ditentukan. Oleh itu janganlah kamu mencabulnya, dan sesiapa yang mencabuli hukum-hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”
(a) Zina;
Persetubuhan haram tanpa nikah yang sah antara lelaki dengan perempuan.
Hukuman : Bagi penzina yang belum berkahwin hukumannya ialah sebat 100 kali. Bagi penzina yang telah berkahwin hendaklah direjam sehingga mati.
Hukuman : Bagi penzina yang belum berkahwin hukumannya ialah sebat 100 kali. Bagi penzina yang telah berkahwin hendaklah direjam sehingga mati.
Hukuman : sebat 80 kali
(c) Minum arak;
Hukuman : potong tangan
(e) Merompak;
Mengambil harta orang lain dengan menggunakan kekerasan, paksaan, ugutan dan ancaman.
Hukuman :
Mengambil harta orang lain dengan menggunakan kekerasan, paksaan, ugutan dan ancaman.
sekiranya membunuh hendaklah dibunuh
sekiranya hanya merompak sahaja hendaklah dipotong tangan dan kakinya secara bersilang iaitu tangan kanan dan kaki kiri dan seterusnya kaki kanan dan tangan kiri bagi kesalahan seterusnya.
sekiranya hanya menganggu ketenteraman awam hendaklah dipenjara
sekiranya hanya merompak sahaja hendaklah dipotong tangan dan kakinya secara bersilang iaitu tangan kanan dan kaki kiri dan seterusnya kaki kanan dan tangan kiri bagi kesalahan seterusnya.
sekiranya hanya menganggu ketenteraman awam hendaklah dipenjara
(f) Riddah (murtad);
Keluar seseorang Islam itu dan agama Islam sama ada dengan perbuatan dan perkataan.
Hukuman : Bunuh ( setelah diberi tempoh bertaubat selama 3 hari @ 3 kali )
Hukuman : Bunuh ( setelah diberi tempoh bertaubat selama 3 hari @ 3 kali )
# Semua jenayah hudud yang telah sabit kesalahannya dikenakan hukuman hudud tanpa sebarang pengurangan @ pindahan kepada hukuman yang lain spt penjara @ wang.
B. HUKUM QISAS
1. Pengertian qisas;
(a) Dan segi bahasa qisas bermaksud memotong.
(b) Dan segi syarak bererti hukuman yang ditetapkan oleh syarak melalui nas-nas A1-Quran dan Hadis-hadis Nabi saw. kerana kesalahan-kesalahan yang melibatkan hak individu.
2. Jenis jenayah qisas;
Maksudnya;
“Dan Kami telah tetapkan atas mereka di dalam Kitab Taurat itu, bahawa jiwa dibalas dengan jiwa, dan mata dibalas dengan mata, dan hidung dibalas dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga, dan gigi dibalas dengan gigi dan luka-luka hendaklah dibalas (seimbang). Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya maka menjadilah ia penebus dosa baginya” (Surah al-Maidah ayat 45)
Diat
Diat adalah denda yang wajib dibayar kerana kesalahan jenayah sebagai ganti qisas.
Kadar Diat
Kadar diat adalah dikira mengikut bilangan unta iaitu harta yang paling bernilai ketika itu.Kadar penuh diat ialah100 ekor unta. Walau bagaimanapun, para ulama' berpendapat boleh mengantikan 100 ekor unta dengan harta yang senilai dengannya pada masa tersebut. Di antaranya ialah;
Kadar diat adalah dikira mengikut bilangan unta iaitu harta yang paling bernilai ketika itu.Kadar penuh diat ialah100 ekor unta. Walau bagaimanapun, para ulama' berpendapat boleh mengantikan 100 ekor unta dengan harta yang senilai dengannya pada masa tersebut. Di antaranya ialah;
a) wang emas = 1000 dinar
b) wang perak = 10,000 - 12,000 dirham
c) lembu = 200 ekor
d) kambing = 2000 ekor
e) Persalinan = 200 persalinan lengkap
b) wang perak = 10,000 - 12,000 dirham
c) lembu = 200 ekor
d) kambing = 2000 ekor
e) Persalinan = 200 persalinan lengkap
a. Diat jenayah membunuh.
1. Pembunuhan sengaja - 100 ekor unta secara terus (tanpa tangguh) yang terdiri drp ;
a) 30 ekor Juz'ah (unta berumur 5 tahun)
b) 30 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 40 ekor Hulqah
b) 30 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 40 ekor Hulqah
# Bagi jenayah membunuh dengan sengaja, ada dua hukuman iaitu qishas @ diat. Diat hanya boleh dilaksanakan jika dipersetujui oleh waris. Jika tidak, qishas bunuh dikenakan.
2. Pembunuhan separuh sengaja - 100 ekor unta spt di atas tetapi bayaran boleh ditangguhkan sehingga 3 tahun.
3. Pembunuhan tidak sengaja - 100 ekor unta dan ditangguhkan sehingga 3 tahun yang terdiri drp ;
a) 20 ekor Juz'ah (unta berumur 5 tahun)
b) 20 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 20 ekor Bintu Labun (unta betina berumur 3 tahun)
d) 20 ekor Ibnu Labun (unta berumur 3 tahun)
e) 20 ekor Bintu Mukhad (unta betina berumur 2 tahun)
# Hukuman bagi jenayah Pembunuhan separuh sengaja dan Pembunuhan Tidak Sengaja adalah Diat sahaja.Qishas tidak dikenakan.
b) 20 ekor Hiqqah (unta berumur 4 tahun)
c) 20 ekor Bintu Labun (unta betina berumur 3 tahun)
d) 20 ekor Ibnu Labun (unta berumur 3 tahun)
e) 20 ekor Bintu Mukhad (unta betina berumur 2 tahun)
# Hukuman bagi jenayah Pembunuhan separuh sengaja dan Pembunuhan Tidak Sengaja adalah Diat sahaja.Qishas tidak dikenakan.
* Diat perempuan 1/2 drp diat lelaki
* Diat hamba 1/2 drp diat merdeka
* Diat hamba 1/2 drp diat merdeka
# Pembunuhan Sengaja ialah membunuh dengan niat.
# Pembunuhan Separuh Sengaja ialah spt seorang memukul orang dengan tongkat @ melempar dengan batu kelikir, tanpa disangka-sangka terus mati orang tersebut. (tanpa niat membunuhnya)
# Pembunuhan Tidak Sengaja ialah spt seorang yang tertembak rakannya yang disangkanya binatang buruan.
# Bagi jenayah membunuh, pembunuh hanya boleh diampunkan oleh warisnya sahaja. Pemerintah tidak ada kuasa dlm pengampunan.
# Pembunuhan Separuh Sengaja ialah spt seorang memukul orang dengan tongkat @ melempar dengan batu kelikir, tanpa disangka-sangka terus mati orang tersebut. (tanpa niat membunuhnya)
# Pembunuhan Tidak Sengaja ialah spt seorang yang tertembak rakannya yang disangkanya binatang buruan.
# Bagi jenayah membunuh, pembunuh hanya boleh diampunkan oleh warisnya sahaja. Pemerintah tidak ada kuasa dlm pengampunan.
b. Diat jenayah mencederakan anggota
1. 100 ekor unta untuk anggota tunggal spt terputusnya lidah, hilang akal, menyebabkan lumpuh seluruh anggota badan dan hilang keupayaan bersetubuh.
1. 100 ekor unta untuk anggota tunggal spt terputusnya lidah, hilang akal, menyebabkan lumpuh seluruh anggota badan dan hilang keupayaan bersetubuh.
2. 50 ekor unta untuk anggota yang berpasangan, jika kedua-duanya terlibat maka diatnya 100 unta. Ia melibatkan salah satu drp kaki atau tangan, mata dan telinga.
3. 33 ekor unta untuk luka al-Ja'ifah (luka hingga ke dlm bhg otak)
4. 33 ekor unta untuk luka Al-Ma'muumah ( luka yang sampai ke selaput kepala)
5. 25 ekor unta untuk anggota yang 4 bahagian (pasang) spt kelopak mata. Setiap satu kelopak mewakili 25 unta.
6. 10 ekor unta untuk luka Al-Hasyimah (luka yang memecah @ mematahkan tulang)
7. 15 ekor unta untuk luka Al-Munqilah (luka yang sampai ke tulang dan mematahkannya sehingga tergeser dari tempatnya).
8.10 ekor unta untuk anggota yang ada 10 bahagian spt jari tangan dan jari kiri. Setiap satu jari jika patah mewakili 10 ekor unta.
9. 5 ekor unta untuk luka Mudhihah @ Muwadhdhohah (luka yang menampakkan tulang)
8.10 ekor unta untuk anggota yang ada 10 bahagian spt jari tangan dan jari kiri. Setiap satu jari jika patah mewakili 10 ekor unta.
9. 5 ekor unta untuk luka Mudhihah @ Muwadhdhohah (luka yang menampakkan tulang)
1. Pengertian ta’zir.
(a) Dan segi bahasa ta’zir bererti menolak atau menghalang.
(b) Dan segi istilah ialah hukuman yang dikenakan ke atas orang yang membuat kesalahan dan maksiat atau orang yang mencuaikan kewajipan yang tidak ditetapkan hukuman keseksaannya di dalam Al-Quran dan Hadis atau hukuman yang dikenakan ke atas orang yang melakukan jenayah yang telah ditetapkan keseksaannya, tetapi tidak cukup syarat bagi mengenakan keseksaan itu.
2. Kesalahan-kesalahan yang termasuk di bawah kategoni ta’zir;
(b) Kesalahan-kesalahan khalwat, mencuri yang tidak cukup nisab dan sebagainya.
(c) Perbuatan-perbuatan yang boleh mengganggu ketenteraman awam seperti mengumpat, menipu, berjudi, rasuah, mengedar dan penyalahgunaan dadah.
3. Hukuman bagi kesalahan ta’zir.
Menasihati orang yang melakukan kesalahan kecil bagi pertama kali agar ia tidak mengulangi lagi pada masa akan datang.
(b) Teguran;
(c) Ancaman;
(d) Pemulauan;
(e) Perisytiharan umum;
(f) Denda dan merampas harta;
Iaitu hukuman ta ‘zir dengan denda berbentuk kewangan dan merampas harta yang dimiliki oieh penjenayah.
Mengenakan hukuman penjara dalam tempoh tertentu mengikut pertimbangan realiti smasa.
Mengenakan hukuman sebat kepada penjenayah dengan jumlah sebatan yang tertentu mengikut reaiiti semasa.
Hukuman bunuh bagi kesalahan ta’zir dibenarkan oleh syarak bagi menjaga kemaslahatan umum masyarakat.
Matlamat Hukum Hudud, Qisas dan Ta’zir
(a) Undang-undang jenayah Islam menjatuhkan hukuman secara adil dan saksama. Misalnya orang yang membunuh
dihukum bunuh balas. Ini menyebabkan warisnya berpuas hati dan hilang perasaan dendam.
dihukum bunuh balas. Ini menyebabkan warisnya berpuas hati dan hilang perasaan dendam.
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Wan Aiman
- Kuantan, Pahang, Malaysia
- nme sye Wan Aiman bin Wan Hasni Shah...sye nie tggal kat kg Kempadang...

